Makna perpustakaan Sekolah

Makna perpustakaan Sekolah

Makna Perpustakaan Sekolah

Keberadaan perpustakaan telah merambah di berbagai daerah dan lapisan. Salah satunya adalah di sekolah yang merupakan instansi atau lembaga pendidikan formal. Sekolah merupakan salah satu sarana diadakannya peprustakaan karena merupakan tempat pembentukan pribadi siswa baik secara moral dan akademis. Perpustakaan di sekolah diharapkan mampu untuk memenuhi segala kebutuhan infromasi pendidikan dan rekreasi bagi siswa. Namun, setiap perpustakaan antara satu sekolah dengan lainnya memiliki keadaan atau kondisi yang berbeda-beda. Perpustakaan di sekolah kota, sekolah desa, sekolah negeri, sekolah swasta, masing-maisng memiliki kalitas dan kuantitas masing-masing pada perpustakaan mereka. Selain itu pula tingkatan sekolah juga menggambarkan perpedaan isi, fungsi hingga kondisi perpustakaan itu sendiri. perpustakaan di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas masing-masing juga memiliki kriteria tersendiri dilihat dari kebutuhan infromasi siswa yang berbeda. Semakin tinggi tingkat sekolah tersebut, semakin tinggi pula kebutuhan infromasi siswa yang dibutuhkan.

Proses Memberikan Makna Oleh Kepala Sekolah dan Guru Terhadap  Perpustakaan

Dalam memaknai perpustakaan di lingkungan sekolah, Kepala Sekolah dan Guru tidak semata-mata mengungkapkan apa yang dipikirkan tanpa landasan atau dasar apapun. Untuk dapat memberikan makna, seorang Kepala Sekolah dan Guru harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang perpustakaan sekolah itu sendiri. pengetahuan yang didapatkan dari berbagai sumber sebagai dasar infromasi yang selanjutnya diterapkan dalam keseharian di sekolah. Dengan modal pegetahuan dan infromasi serta penerapan yang baik di lingkungan sekolah, kepala sekolah akan mampu memberikan makna pribadi mereka terhadap perpustakaan.

Pembentukan Makna Seorang Kepala Sekolah dan Guru Pada Tahap Objective  Reality.

Pada awal infroman akan memberikan makna terhadap perpustakaan sekolah, terdapat tiga konsep prespektif teori Berger and Luckman yang pertama adalah tahapan objective reality. Infroman harus dapat melakukan tindakan atau tingkah laku secara rutin pada seluruh saranan pendidikan beserta warga sekolah itu sendiri. Termasuk terhadap perpustakaan. Tindakan yang dilakukan oleh infroman merupakan tindakan nyata atau real serta langsung berhubungan dengan perpustakaan sekolah. Sehingga mau tidak mau untuk dapat mengetahui dan memahami perpustakaan sekolah keseluruhan, infroman harus mengunjungi langsung ke perpustakaan tersebut. Dengan mengunjungi perpustakaan, pastinya infroman dapat mengetahui kegiatan apa saja yang sedang berlangsung di perpustakaan. Pemberian makna terjadi apabila infroman dapat melihat dan berinteraksi secara langsung yakni dengan kata lain melakukan tindakan secara nyata pada suatu objek terkait.

Menurut Berger, Proses tindakan ini merupakan sebuah aktivitas yang muncul bervariasi sebagai respon yang diberikan kepada kenyataan objektif dunia sosio-kultural dimana individu berada. Eksternalisasi ini selalu melibatkan tindakan yang penuh makna, bukan suatu yang tanpa arti. Sehingga ketika seseorang tersebut mampu mengeksterbalisassi, maka akan terus menerus pada eksternalisasi antivitas-antivitas berikutnya pada objek tersebut, yakni peprustakaan sekolah. Tindakan nyata yang dilakukan informan yakni mengunjungi peprustakaan sekolah. Hal ini perlu digali sejauh mana sikap peduli seorang infroman terhadap perpustakaan sekolah.

Tentang firdaus

saya adalah seorng yang dilahirkan di Gampong sepeu, anak ke tiga dari lima bersaudara.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s