Idul Fitri dan Keagungan Fitrah

download (2)

Idul Fitri dan Keagungan Fitrah

Setelah ditempa latihan spiritual selama sebulan, kaum Muslimin pun menyambut kehadiran Idul Fitri. Setiap muslim di mana pun berada akan merayakan hari yang penuh keagungan ini. Karena itu, Idul Fitri memiliki posisi istimewa dibanding hari-hari raya lainnya. Hari raya ini merupakan simbol persatuan dan kesatuan umat Islam, hari raya yang memamerkan keagungan dan kebesaran Islam dan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Pada hari raya Idul Fitri, takbir dan tahmid membahana di seluruh sudut-sudut kota dan desa mengajak umat untuk melaksanakan shalat ied. Dengan berbondong-bondong seraya melantunkan zikir, takbir, dan tahmid, masyarakat pun melangkah menuju masjid dan lapangan tempat shalat ied digelar.

Rasulullah Saw bersabda, “Hiasilah hari raya kalian dengan takbir.” Diriwayatkan, ketika NabiSsaw keluar dari rumahnya menuju tempat shalat, dengan suara lantang beliau melantunkan “lailahaillallah” dan “Allahu akbar”. Bahkan di tengah-tengah khutbah, sebelum dan sesudahnya pun beliau dengan suara keras mengobarkan kalimat tauhid dan takbir. Karena itu sunnah mulia itu pun terus diabadikan oleh umatnya hingga syiar Islam menyebar ke seluruh dunia. Imam Ali bin Musa ar-Ridha as menuturkan, “Takbir merupakan ta’zhim dan membesarkan keagungan Allah Swt serta sebentuk rasa syukur atas hidayah dan nikmat yang dianugerahkan Allah Swt kepada umatnya.”

Sejarah mencatat, saat Idul Fitri tiba Imam Ali bin Musa ar-Ridha as menuturkan, “Hari ini dijadikan sebagai hari raya, supaya umat Islam berkumpul bersama dan terhimpun untuk memperoleh keridhaan ilahi dan mengungkapkan rasa puji syukur kepada Allah Swt atas nikmat-nikmat-Nya. Karena itu, hari ini merupakan hari raya, hari berkumpul, hari fitrah, hari zakat, hari suka cita, hari doa dan ibadah. Allah Swt menyukai jika di hari ini umat Islam berkumpul bersama, memanjatkan puji dan mengkuduskannya.”

Wajah-wajah para jamaah shalat Idul Fitri tampak terlihat begitu cerah dan memancarkan pesona keikhlasan yang mereka tempa selama Ramadhan. Gugusan besar, jamaah shalat ied memamerkan betapa agungnya persatuan dan solidaritas keimanan umat Islam. Mereka saling berkelindan laksana tenunan benang yang saling terikat dan terkait membentuk selembar kain, sebagai manifestasi persaudaraan. Di bawah keagungan hari yang mulia ini, masyarakat muslim menyadarkan kembali nurani mereka tentang betapa berharganya capaian spiritual yang berhasil diraihnya selama Ramadhan. Mereka juga menegaskan kembali tekadnya untuk mempertahankan persatuan Islam dan bersepadu menghadapi musuh-musuh umat.

Di malam Idul Fitri, masyarakat Muslim menyisihkan sebagian uangnya untuk membayar zakat fitrah. Mereka juga mempersiapkan dirinya menyambut kehadiran hari raya kemenangan. Tradisi ilahi yang mulia ini sejatinya merupakan bentuk solidaritas umat Islam dalam mengikis kemiskinan. Sejatinya, zakat merupakan solusi ekonomi-sosial yang diajarkan Islam untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Selain memiliki efek sosial, zakat juga merupakan ritus individual yang mampu mengubah materi sebagai sarana menuju pencapaian derajad spiritual. Tentu saja hal itu harus dilandasi ketulusan dan semata-mata hanya untuk memperoleh kerelaan ilahi.

Tentang firdaus

saya adalah seorng yang dilahirkan di Gampong sepeu, anak ke tiga dari lima bersaudara.
Pos ini dipublikasikan di Ibadah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s