Prinsip-prinsip perpustakan

images (8)

Prinsip-prinsip perpustakan

1. Perpustakaan dimaksud untuk menyimpan dan Memencarkan Ilmu Pengetahuan: Sepanjang sejarah manusia, perpustakaan merupakan satu-satunya pranata ciptaan manusia, tempat manusia dapat menemukan kembali informasi yang permanen serta luas ruang lingkupnya. Masyarakat selalu mengatakan bahwa perpustakaan mempunyai efek sosial, ekonomi, politik dan edukatif.

2. Perpustakaan Merupakan Pusat Kekuatan: Perpustakaan merupakan gudang ilmu pengetahuan maka perpustakaan pun merupakan kekuatan. dengan kekuatan spiritual dan fisik. Perpustakaanmerupakan tempat penyimpanan rekaman ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuan merupakan kekuatan.

3. Perpustakaan harus berkembang:
Perpustakaan harus berkembang walaupun laju pertumbuhan tidak selalu sama. Perpustakaan harus berkembang karena pengguna perpustakaan menghendaki pengembangan koleksi yang mampu mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan. Bila koleksi tidak berkembang, perpustakaan akan ditinggalkan pembacanya.

4. Perpustakaan terbuka untuk semua orang:
Perpustakaan harus terbuka bagi semua bagi semua anggota masyarakat dengan tidak memandang perbedaan usia, kelamin, pekerjaan, usia, keyakinan, warna kulit maupun agama.

5. Perpustakaan harus punya pustakawan yang professional:
Adalah tugas pustakawan untuk menambah koleksi perpustakaan, pustakawan harus tahu koleksi/buku yang baik, tepat dan diminati pengguna, pustakawan juga harus bisa menyusun koleksi/buku menurut aturan tertentu karena keunggulan koleksi akan sia-sia belaka bila tidak digunakan. Untuk dapat digunakan oleh pengguna/pembaca maka koleksi perpustakaan harus diatur menurut susunan tertentu. Pembaca akan mengalami kesulitan dan bingung apabila menemui sebuah perpustakaan dengan koleksi misalnya 10.000 koleksi/buku yang tidak diatur/disusun dengan baik Maka perpustakaan harus punya pustakawan yang professional dalam menangani tugas tersebut.

Ada 2 cara dalam pengolahan bahan pustaka/koleksi dan sistem pelayanan dalam perpustakaan yaitu:

1. Manual :
Cara manual ini sudah lama dan masih digunakan oleh banyak perpustakaan di Indonesia dalam pengolahan bahan pustaka/koleksi yang ada, maka perlu penanganan yang baik dalam pengolahan bahan pustaka/koleksi tersebut, berdasarkan sistem yang ada. Maka yang perlu dilakukan atau dikerjakan yaitu:

– Pengolahan bahan pustaka/koleksi diolah berdasarkan sistem yang ada yaitu dengan menggunakan Dewey Decimal Classification dalam menggolongkan/mengklasifikasi bahan pustaka/koleksi agar mudah mengkases dan memanfaatkannya.
– Katalog Buku, untuk memudahkan pencarian koleksi/buku yang diinginkan sebelum menuju ke rak/almari koleksi/buku. Maka perlu dibuatkan katalog buku berdasarkan: judul buku, berdasarkan pengarang buku serta berdasarkan nomor klasifikasi buku.

– Pengaturan dalam rak/almari , koleksi/buku sebaiknya diatur sesuai dengan klasifikasi masing-masing. Jadi misalnya, rak/almari pertama digunakan untuk buku-buku yang masuk klasifikasi 000-099. Almari kedua untuk menata buku-buku yang masuk klasifikasi 100-199, dan seterusnya. Penataan/pengaturan koleksi/buku diurutkan sesuai abjad (huruf pertama dari judul buku) sesuai dengan kelompoknya/ klasifikasinya.

– Sistem pelayanan dengan menggunakan sistem terbuka dalam proses peminjaman koleksi/buku. Dengan cara ini peminjam bisa mencari koleksi/buku sendiri dengan mudah dan tepat sesuai yang diinginkan.

– Disediakan koleksi/buku-buku yang baik, diminati peminjam. yaitu koleksi/buku yang sedang best seller, atau menyediakan buku-buku bacaan ringan misal: Novel, inspirasi, budidaya, teknologi atau buku-buku yang isinya bisa memotivasi pembaca.

– Mendisplay koleksi/buku baru, supaya pengunjung/pengguna bisa melihat dan tahu koleksi/buku apa saja yang baru.

2. Digital
Apabila perpustakaan sudah menggunakan sistem digital, ini sangat membantu sekali baik pengunjung/pengguna maupun petugas. Dengan sistem digital siapapun bisa dengan mudah memperoleh informasi dan bahan pustaka digital dengan baik, dengan dibangun jaringan komputer yang terintegrasi dengan seluruh pustaka mitra, sehingga akses terhadap koleksi perpustakaan digital secara menyeluruh dapat dilakukan hanya dengan mengklik Portal Perputakaan Digital. Hal ini akan merubah proses dan cara akses terhadap koleksi perpustakaan yang ada dengan dukungan pengelolaan/pengolahan yang juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan sistem digital peminjam bisa dengan singkat dan cepat dalam pencarian koleksi/buku yang akan dibaca/dipinjam, dengan hitungan detik. Penyediaan layanan digital, mencakup penyelenggaraan berbagai jenis layanan online, memang semua itu mencakup penyediaan sarana temu kembali informasi berupa pangkalan data katalog seluruh jenis bahan koleksi perpustakaan menyediakan bahan pustaka dalam format digital, termasuk penyediaan jurnal online (e-journal) yang dapat diakses dari seluruh Indonesia.

Tentang firdaus

saya adalah seorng yang dilahirkan di Gampong sepeu, anak ke tiga dari lima bersaudara.
Pos ini dipublikasikan di Perpustakaan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s