Makanan Khas untuk Berbuka Puasa “Ie Bu Peudah”

IMG_0429-0

 

Kuta Baro – Ada yang khas bagi warga Gampong Seupeu, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar saat Bulan Suci Ramadhan seperti saat sekarang. Mereka memiliki tradisi yang sudah turun temurun dilakukan, yakni memasak bubur kanji atau dalam bahasa Aceh disebut Ie Bu Peudah.

Makanan khas buka puasa ini diyakini warga berkasiat untuk kesehatan, karena adonannya dari bahan pokok beras, kelapa, dan campuran rempah seperti kunyit serta 44 jenis dedaunan berkasiat yang diambil dari hutan.

Ie Bu Peudah ini berkasiat untuk kesehatan pencernaan seperti, sakit maag dan lambung, makanan ini juga bagus untuk anak-anak atau orangtua,” kata salah seorang warga Gampong Seupeu.

Masakan Ie Bu Peudah ini, terdiri dari bahan pokok beras, kelapa parut, dan campuran rempah seperti kunyit, serta 44 macam jenis daun berkasiat yang diambil dari hutan, semua bahan ini telah disiapkan terlebih dahulu oleh warga, sejak menjelang bulan puasa tiba. Selanjutnya semua bahan diaduk dalam sebuah kuali besar dan dimasak selama tiga jam

44 jenis daun berkasiat dari hutan itu sudah dipersiapkan sebelum bulan puasa, sementara beras, kelapa dan sejumlah bahan lainnya sumbangan dari warga secara sukarela” kata dia.

Ie Bu Peudah ini memiliki aroma khas dan warna kecoklat-coklatan, atau sejenis makanan bubur dengan cita rasa sedikit pedas dan diyakini warga memiliki khasiat untuk pencernaan.  “Jika memakan sepiring ie bu peudah pada saat berbuka puasa, maka tubuh terasa segar dan ibadah tarawih dapat dilakukan dengan sempurna.

Ie Bu Pedah ini memang dimasak untuk dibagikan secara gratis kepada warga Gampong dan bagi siapa saja yang ingin menikmati masakan khas Ramadhan ini. Selama tiga jam lebih masakan ini diaduk dan siap disajikan. Selepas shalat ashar, warga dari berbagai kalangan baik anak-anak maupun orangtua mulai berdatangan ke dapur Meunasah untuk mengambil ie bu peudah yang dibagikan oleh petugas.

19030331_1681870285173713_6360553964244994789_n

Sementara itu, para pemuda yang secara bergantian setiap harinya memasak ie bu peudah selepas shalat zuhur, mengaku menikmati tugas yang dibebankan kepada mereka. Selain untuk menghabiskan waktu sambil menunggu tibanya waktu berbuka, aktivitas ini mereka anggap menjadi sebagai amal ibadah, karena memasak menu berbuka untuk warga yang menjalankan ibadah puasa. (Fd/Phier)

 

Dipublikasi di Umum | Meninggalkan komentar

– at Lampoh Salak

View on Path

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

– at RumohUrengTuha

View on Path

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Allah akan mengabulkan harapan kita dengan tidak memberikan apa yang kita inginkan. Karena Dia lebih tahu akan bahaya yang akan menimpa dibalik keinginan itu

#adaaqua – at Lampoh Salak

View on Path

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Jangan lupa dilike dan dibagikan siapa Tau dapat hadiahnya – at Lampoh Salak

View on Path

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Nyan ban perjuangan
Tugas kita berusaha semaksimal mungkin masalah rezeki Allah yang atur

#semangatpagi
#usaha_droe

View on Path

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Serahkan semua padanya, pasti akan berlalu

View on Path

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar